TIDAK SEMUA PRILAKU NABI MUHAMMAD SAW BISA DILAKUKAN UMATNYA

  • Bagikan
perilaku nabi

Benar sekali! Kalau ada yang mengatakan, tidak semua prilaku Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallama bisa dilakukan ummatnya. Atau pernah waktu ngaji bersama Mbah Yai yang sangat hamba mulyakan, beliau berkata keras: “Wong kok pingin persis koyo Kanjeng Nabi shallallahu alaihi wasallam, yo wong bento! Ra reti ilmu!”

Sebab ada hal yang merupakan hak istimewa beliau. Dan dalam bahasa arab di tulis dengan Khasaaisun-Nabiy shallallahu alaihi wasallam.

Di hari mendung, yang semoga tidak ikut menggulanakan hati ini (Amin), alfaqir ingin mengutip dawuh dari beberapa kitab yang memuat hal-hal yang hanya bisa atau boleh dilakukan Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallama. Sebagai berikut:

1. Beliau shallallahu alaihi wasallam adalah pamungkas para Nabi. Tidak ada Nabi dan Rasul setelahnya! 

Maknanya: Tidak ada Nabi-Rasul dan syariat baru setelahnya. Turunnya Nabi Isa di akhir zaman untuk menegakkan syariat Kanjeng Nabi shallallahu alaihi wasallam, bukan syariat terdahulu yang sudah di naskh/salin.

2. Kelak di akhirat, Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam punya derajat sangat agung, yakni adanya Syafaat udzma (Penolong yang agung) ketika semua Nabi tidak mampu memberikan syafaat.

3. Gusti Allah Ta’ala mengutus Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk semua makhluq! Baik Jin ataupun manusia. Bahkan, menurut Imam Suyuthi, Kanjeng Nabi shallallahu alaihi wasallama juga diutus untuk para malaikat. Kata Imam Subki: “Nabi shallallahu alaihi wasallama sejatinya di utus untuk semua Rasul dan makhluk mulai zaman Nabi Adam AS.”. Kata Imam Baarizi: “Beliaupun shallallahu alaihi wasallama juga di utus untuk para hewan!”

4. Mukjizat berupa Qur’an! Yang mampu menundukkan dua golongan besar; jin dan manusia.

5. Terjadinnya Mi’raj; naiknya Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallama dari langit pertama sampai Sidratul Muntaha. 

Baca Juga  Ray-Ban Stories, Kacamata Pintar Bikinan Facebook dengan 20 Kombinasi Gaya

Kata Imam Ibnul Jauzi: “Isra’ mi’raj terjadi pada tanggal 27 rajab”. Namun ada yang berbeda pendapat, dan itu wajar; Ada yang mengatakan 17 rabiul awwal setahun sebelum hijrah. 

Mi’raj dilakukan dengan jasad mulia bersama ruh beliau shallallahu alaihi wasallama yand disucikan, sebagaiaman isra’; dari Makkah ke Masjidil Aqsa. Lalu naik/mi’raj dari Baitul Maqdis ke langit. Janganlah ragu, serta yakinlah!

Malam Mi’raj, ulama juga khilaf: Ada yang mengatakan malam jum’ah, sabtu atau malam senin.

(Nomer satu sampai lima di kutip dari kitab Lamiyatul anwar al-bahiyyah Syaikh Syamsuddin as-Safarani al-Hambali 2/277 Syamilah)

6. Menikah lebih dari empat istri. 

Selain Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallama, tidak boleh! 

Qais bin Haris yang punya delapan istri disuruh Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallama menceraikan empat istri, dan menyisakan empat lainnya.

Ghailan bin Salamah at-Tsaqafi punya sepuluh istri di suruh Nabi untuk mempertahankan empat istri dan menceraikan lainnya!

(Dikutip dari Tafsir Baghawi 1/564 Syamilah)

7. Kata Imam Syafi’i: “Pernikahan dengan menggunakan sighat hibbah (pemberian) hanya terkhusus untuk Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallama!”. Sedang bagi ummatnya wajib menggunakan sighat Nikah/Tazwij. 

(Di kutip dari Tafsir Syaikh Nidzamuddin an-Naisaburi 5/470 Syamilah)

8. Puasa wishal (nerus; jawa) adalah kekhususan Nabi shallallahu alaihi wasallama. Jadi tidak boleh bagi selain Nabi, ‘misal puasa dua hari dua malam tanpa membatalkan dengan minum air atau makan.

Ketika ada sahabat yang mengetahui Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallama puasa dua hari semalam terus-menerus tanpa membatalkannya, beliau bertanya: “Tapi kenapa kok anda puasa wishal?” dan Baginda Nabi shallallahu alihi wasallama menjawab: “Aku tidak seperti kalian semua. Tuhanku memberiku makan dan minum!”.

Baca Juga  Perbedaan SEO dan SEM Yang Wajib Diketahui

Namun, ada beberapa ulama salaf yang dari dulu suka puasa wishal. Kata Imam Ibnu Jarir: “Jika ada ulama salaf yang puasa wishal dua hari dua malam, itu bukan karena ibadah, tapi riyadhah/melatih nafsu!”

(Dikutip dari Tafsir Ibnu Katsir 1/517 Syamilah)

9. Nikah tanpa mahar (Tidak memberikan mahar) adalah kekhususan Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallama. Wajib bagi kita memberikan mahar! Sebab mahar adalah sebuah kelaziman dalam pernikahan, walau ada ulama yang mengatakan tidak ada pensyaratan penyebutan mahar dalam nikah, namun tetap wajib memberi mahar sepadan jika sudah disebadani.

(Dikutip dari Tafsir Syaikh Tsanaullah al-Madzhari 2/67 Syamilah)

10. Jika Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam memanggil sahabatnya yang shalat, orang itu wajib menghadap dan shalatnya tidak batal. Ini adalah kekhususan Kanjeng Nabi shallallahu alaihi wasallama.

Beda dengan sekarang! Jadi, andai ada anak shalat fardhu lalu ibu memanggilnya, tidak boleh memutus/membatalkan shalat fardhu; hanya saja ia sunnah mempercepat shalat. Kecuali kalau dia melakukan shalat sunnah, maka lebih baik mendahulukan kedua orangtua daripada shalat sunnahnya! 

Sedang hadis yang menjelaskan Juraij di panggil ibunya tidak mau lalu mendapat coba; itu karena syariat pada zaman itu, shalat tidak apa-apa sambil bicara.

(Dikutip dari Kitab Umdatul Qari Syaikh Badruddin al-‘Ayni 7/282 Syamilah).

Dan masih banyak lagi kekhususan Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallama yang keterangannya bertebaran bak gemintang dalam kitab-kitab kuning; kitab turats. Seperti halnya kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala pada hamba-hambanya yang terkena musibah.

Allahumma shalli wa sallim wa baarik alaih.

Penulis: Ustadz Robert Azmi- Rumah-Muslimin
  • Bagikan