Teori Pertentangan Berdasarkan C Wright Mills

  • Bagikan
RajaBackLink.com
Teori Elit Sosial Mills dan Contohnya

Pertama, Sekilas Memahami Alienasi Birokrasi

Menurut Mills menerangkan kesusahan ekonomi yang dialami oleh pekerja pada abad lampau sudah diganti.

Dewasa ini oleh kekecewaan psikologis yang berakar pada alienasi. Kaum pekerja dari apa yang mereka kerjakan. 

Dia memandang para pekerja ini yang bekerja di kantor apatis, takut dan dibentuk oleh kebudayaan massa. 

Dimana dalam penduduk terbaru, mereka yang memiliki kekuasaan kerap kali menggunakannya secara tersembunyi.

Dengan tujuan guna melakukan manipulasi manipulasi. Oleh sebab itu, Mills beropini birokrasi itu identik dengan manipulasi. 

Menurutnya tata cara rasional itu menyembunyikan kekuasaan mereka hingga tidak seorang pun yang mengerti dengan perhitungan mereka. Bagi biokrasi, dunia yaitu objek manipulasi. 

Kedua, Kekuasaan Kelompok Elite

Bagi Mills sendiri di Amerika pada dikala itu, dikuasai oleh sekelompok elite yang berkuasa, dimana berisikan orang orang yang memproduksi posisi dominan dalam bidang.

Politik, militer dan ekonomi. Dimana ketiga bidang kekuasaan itu memiliki kekerabatan satu dengan yang lainnya.

Hingga orang orang yang berkuasa pada bidang tersebut, berhubungan untuk membuat golongan elute yang berkuasa di Amerika.

Oleh alasannya adalah itulah tidak akan mengherankan seorang pejabat tinggi militer mampu menjadi seorang kapitalis.

Begitu juga kepala pemerintahan bisa menerapkan gaya pemerintahannya seperti tentara. Mills menjelaskan bahwa dia yakin dimana kekuasaan itu mampu didasarkan atas aspek aspek lain.

Memang dan bukan pada hak milik semata mata. Namun, demikian, kepentingan yang sama pada golongan elite inilah yang sudah mempersatukan mereka dan mempertahankan ekonomi.

Nah itulah sekilas saja gambaran dasar yang mampu sobat teman baca sumber tumpuan dibawah ya. Lalu, bagaimana konflik dalam pemahaman sosiologis ? 

Baca Juga  pengertian Daya lentur Koordinasi Keseimbangan

Dimana konflik diartikan selaku sebuah proses sosial antara dua orang atau lebih. Yang mana salah satu pihak saling menyingkirkan pihak lainnya.

Dengan cara menghancurkannya atau menjadikannya tidak berdaya, dan lemahnya seseorang atau sekelompok orang. 

Memang pada setiap eleman penduduk ataupun para pembuat kebijakan akan menyumbangkan terjadinya pertentangan tersebut. 

Ya mungkin tidak menyadarinya, bahaya yang mengancam disintegrasi sosial di dalam kehidupan sosial masyarakat. 

Dimana akan memiliki pengaruh pada keutuhan negara. Mills mengatakan konflik dalam penduduk terjadi karena adanya perbedaan kepentingan, dan sumber daya.

Ia melanjutkan bahwa struktur sosial diciptakan lewat konflik antara masyarakat yang berbeda kepentingan dan sumber daya. 

Apalagi pada saat ini memang acap kali posisi pemerintah kerap tidak ajeg menjadi pemicu utama timbulnya pertentangan di masyarakat. 

Dengan adanya perbedaan kepentingan antara penduduk dan pemerintah dalam pembangunan negera memang kerap mengakibatkan suatu kontradiksi terbuka.

Memang konflik sosial ini biasanya terjadi karena adanya satu pihak atau kelompok yang merasa kepentingannya atau haknya direbut oleh pihak tertentu. 

Dengan cara cara yang tidak adil, istilah ini diketahui dengan sebutan surplus value dalam pandangannya Karl Marx. 

Pada intinya masyarakat tidak akan terlepaskan dari adanya dinamika sosial dan konflik. Apalagi dalam proses dan kekerabatan sosialnya.

Pasti ada saja perselihan dan pertentangan yang membayangi kehidupan masyarakat sehari harinya. Dengan demikian konflik menjadi pewarna dalam aneka macam kehidupan manusia.

Nah itulah sekilas pemahaman, penjelasan dan perspektif atau persepsi perihal Teori Konflik Menurut C Wright Mills. Semoga berfaedah ya rekan rekan pembaca.

Sumber Referensi :

http://repository.uinsu.ac.id/9291/1/SISTEM%20SOSIAL%20INDONESIA.pdf

http://eprints.umm.ac.id/37498/2/jiptummpp-gdl-hyanbastia-51350-2-babi.pdf

http://journal2.um.ac.id/index.php/jsph/article/view/9395/pdf

  • Bagikan