163 Ribu Data Pelamar Kerja Anak Perusahaan Pertamina Diduga Bocor

  • Bagikan
lustrasi kejahatan digital, data pribadi- ((shutterstock))
lustrasi kejahatan digital, data pribadi- ((shutterstock))
RajaBackLink.com

CR — Kasus kebocoran data di Indonesia seperti tak ada hentinya, Baru saja memasuki tahun 2022 terdapat dua dugaan kebocoran data yang diduga milik Kementrian Kesehatan dan data pelamar kerja anak perusahaan Pertamina.

Belum hilang dari ingatan dimana pada 6 Januari 2022 lalu data pasien yang diduga milik Kementrian Kesehatan ( Kemenkes ) diduga bocor dan dijual di Raid Forum.

Untuk diketahui, Raid forum sendiri merupakan sebuah situs yang kerap menjual data pribadi.

Tak berselang lama dugaan kasus kebocoran data kembali berulang, kali ini 163.000 data pelamar kerja anak perusahaan pertamina dibagikan secara cuma-cuma pada Raid Forum, Selasa, 11 Januari 2022.

Data pelamar kerja yang berukuran 60 Gb tersebut dibagi menjadi 12 tautan yang dapat diunduh secara cuma-cuma itu diunggah oleh akun Astarte, dimana akun tersebut yang menjual enam juta data pasien yang dikelola Kementerian Kesehatan pada 6 Januari lalu.

Mengutip tvonenews, data pribadi yang bocor diantaranya nama, alamat, hingga nomor ponsel. Selain itu, data pribadi seperti KTP, Kartu Keluarga, ijazah, transkrip akademik, kartu BPJS, CV, dan Surat Izin Mengemudi juga turut diungkap.

Terkait hal tersebut, Kementrian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo ) merespon dan menyatakan tengah mengusut kasus dugaan kebocoran data pelamar kerja di anak perusahaan Pertamina yaitu PT Pertamina Training and Consulting (PTC).

Disampaikan Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi mengatakan, pemerintah saat ini sedang menindaklanjuti dan menelusuri dugaan kebocoran data tersebut.

“Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang menindaklanjuti dan menelusuri dugaan kebocoran data pelamar pada PT Pertamina Training & Consulting (PTC), diantaranya dengan meminta informasi secara formal dari jajaran Direksi PTC guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut,” kata Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi di dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/1).

Baca Juga  Hosting Gratis Dynastyapp.org, Gratis Subdomain dan Wordpress Juga Loh 2021

Bertambahnya kasus dugaan kebocoran data pribadi terjadi membuat Kominfo kembali menekankan jika tata kelola perlindungan data pribadi, Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), baik publik ataupun privat, wajib melaksanakan sesuai ketentuan dibawah ini :

1. Pasal 26 ayat 1 UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta perubahannya

Kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan, penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan.

2. Pasal 24 ayat 3 PP No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE)

Dalam hal terjadi kegagalan atau gangguan sistem yang berdampak serius sebagai akibat perbuatan dari pihak lain terhadap Sistem Elektronik, Penyelenggara Sistem Elektronik wajib mengamankan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan segera melaporkan dalam kesempatan pertama kepada aparat penegak hukum dan Kementerian atau Lembaga terkait.

3. Pasal 28 PM Kominfo No. 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik

Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pemilik Data Pribadi jika terjadi kegagalan perlindungan rahasia data pribadi dalam Sistem Elektronik yang dikelolanya.

Setiap PSE wajib mematuhi standar dan kebijakan teknis keamanan siber sehingga dapat memperkuat keamanan dan keandalan sistem elektronik PSE dalam kegiatan pemrosesan data pribadi yang diatur oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Tips Melindungi Data Pribadi

Tips Melindungi Data Pribadi dan informasi Data Pelamar Kerja Anak Perusahaan Pertamina Diduga Bocor
lustrasi kejahatan digital, data pribadi- ((shutterstock))

Semakin maraknya kasus pencurian serta kebocoran data pribadi ini membuat kita harus lebih waspada terhadap semua akun-akun kita yang tersimpan di internet, adapaun beberapa tip untuk melindungi data pribadi agar tidak jatuh kepihak yang tidak bertanggungjawab sebagai berikut :

Baca Juga  Kumpulan DNS Indihome Tercepat, Stabil, Game Online dan Anti Blokir 2021

Ubah Password Secara Berkala

Hal yang paling utama adalah mengubah kata sandi atau password yang kalian gunakan secara berkala. Dan juga, pastikan password yang kalian gunakan memiliki gabungan huruf, angka, huruf kapital serta lainnya agar tidak mudah ditebak.

Jangan Asal Membuka Link Tautan

Ada banyak sekali cara yang dilakukan orang tidak bertanggung jawab untuk mencuri data pribadi kalian. Salah satunya mengirimkan pesan baik melalui sms, whatsapp, email dan lainnya yang berisikan tulisan menarik serta memberikan tautan atau link untuk di klik.

Untuk itu kalian harus pastikan terlebih dahulu pengirim pesan tersebut hingga link yang dikirimkan. Jika dirasa mencurigakan jangan sekali-kali membuka tautan tersebut.

Gunakan Aplikasi Legal

Menggunakan aplikasi ataupun software ilegal biasanya terdapat celah kemanan yang dapat digunakan oleh orang tidak bertanggung jawab dalam menjalankan aksinya. Terkadang, baik aplikasi ataupun software ilegal telah disipi kode-kode tertentu oleh pencuri.

Jadi pastikan kalian menggunakan aplikasi ataupun software yang legal ya.

Gunakan VPN Ketika Mengakses Internet di Ruang Publik

Saat ini ada banyak sekali fasilitas-fasilitas internet gratis seperti wifi yangtersedia di sekitar kita, untuk itu ketika kalian mengakses internet melalui wifi gratis kalian perlu memprotek koneksi kalian menggunakan VPN karena tak jarang jaringan WI-FI gratis ataupun ditempat umum menjadi sasaran para pencuri data.

Jangan Memberikan Data Pribadi Ke Orang Lain

Yang terakhir pastikan kalian tidak memberikan atau menginformasikan data pribadi kalian mulai data diri, password dan email kepada orang yang tidak kalian kenal.

  • Bagikan